Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Lima Prinsip Dasar Akuntansi



Berikut lima prinsip dasar akuntansi yang dapat dijadikan pedoman bagi pengusaha dalam pembuatan laporan keuangan, agar laporan keuangan disusun berdasarkan prosedur da prinsip akuntansi.
Prinsip dasar akuntansi mendasari akuntansi dan seluruh laporan keuangan. Prinsip akuntansi dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postutat akuntansi, dan konsep teoritis akuntansi, serta sebagai dasar pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan.
Ada lima prinsip dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi. Yakni:
1.      Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle) 
GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis. Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva. utang, modal, dan biaya. 
Yang dimaksud dengan-harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetuiui oleh kedua belah pihak vang tersangkut dalam transaksi. Harga perolehan ini harus terjadi dalam transaksi di antara kedua belah pihak yang bebas. Harga pertukaran ini dapat terjadi pada seluruh transaksi dengan pihak ekstern, baik yang menyangkut aktiva, utang, modal atau transaksi lainnya. Biaya memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya, yaitu dapat diandalkan.
2.      Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle) 
Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
Istilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan termasuk pendapatan sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain. Batasan umum yang biasanya digunakan adalah semua perubahan dalam jumlah bersih aktiva selain yang berasal dari pernilik perusahaan.
Biasanya pendapatan diakui pada saat terjadinya penjualan barang atau jasa. Yaitu saat ada kepastian mengenai besarnya pendapatan yang diukur dengan aktiva yang diterima. Tetapi ketentuan umum ini tidak selalu dapat diterapkan, sehingga timbul beberapa ketentuan lain untuk mengakui pendapatan. Pengecualian-pengecualian itu adalah pengakuan pendapatan saat produksi selesai, selama masa produksi dan pada saat kas diterima.


3.      Prinsip Mempertemukan (Matching Principle) 
Yang dimaksud prinsip mempertemukan biaya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut Prinsip ini berguna untuk menentukan besamya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda, maka pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.
Penerapan prinsip ini. juga menghadapi beberapa kesulitan. Misalnya, dalam hal biaya-biaya yang tidak mempunyai hubungan yang jelas dengan pendapatan, maka sulit untuk mempertemukan biaya dengan pendapatannya. Contoh, biaya administrasi dan umum tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan perusahaan. Kesulitan seperti ini diatasi dengan membebankan biaya-biaya tersebut ke periode terjadinya.
Biasanya biaya-biaya seperti itu disebut period costs. Sebabnya, biaya produksi seperti biaya baban baku, upah langsung dan biaya produksi tidak langsung, mempunyai hubungan yang jelas dengan pendapatan, sehingga dapat dengan mudah dipertemukan. 
Kesulitan yang lain seperti dalam hal biaya yang mempunvai manfaat untuk beberapa periode. Biaya-biaya seperti ini ditunda pembebanannya karena mernpunyai fungsi menimbulkan pendapatan. Masalahnya adalah alokasi setiap periodenya. Dasar alokasi yang digunakan dalam metode-metode depresiasi dan amortisasi hampir semuanya berdasarkan taksiran-taksiran yang tidak jelas hubungannya dengan pendapatan.
Salah satu akibat dari prinsip ini adalah digunakannya dasar waktu (accrual basis) dalam pembebanan biaya. Dalam prakteknya digunakan jurnal-jurnal penyesuaian setiap akhir periode untuk mempertemukan biaya dengan pendapatan.
4.      Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Sehingga bila terdapat perbedaan antara suatu pos dalam dua periode, dapat segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.
Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Tetapi jika ada penggantian metode, maka akibat (selisih) yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.

5.      Prisip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle) 
Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening tertentu, tidaklah mungkin untuk memasukkan semua informasi-informasi yang ke dalam laporan keuangan.
Biasanya keterangan tambahan atas informasi dalam laporan keuangan dibuat dalam bentuk:
          Catatan kaki/footnote.
          Dalam laporan keuangan, biasanya dituliskan dalam kurung di bawah elemen yang bersangkutan, atau dengan memakai rekening-rekening tertentu.
          Berbagai lampiran.
Keterangan tambahan dengan menggunakan catatan kaki biasanya karena tidak diinginkan untuk mengganggu laporan keuangan yang dibuat. Catatan kaki ini digunakan untuk menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
          Prinsip akuntansi yang digunakan.
          Perubahan-perubahan, seperti perubahan dalam prinsip akuntansi, taksiran-taksiran, kesatuan usaha, dan juga kalau ada koreksi-koreksi kesalahan. Catatan kaki ini juga menunjukkan perlakuan terhadap perubahan-perubahan tersebut, apakah dengan cara kumulatif, retroaktif, dan lain-lain.
          Adanya kemungkinan timbulnya rugi atau laba bersyarat.
          Informasi tentang modal perusahaan, seperti jumlah lembar saham dan lain-lain.
          Kontrak-kontrak pembelian, kontrak-kontrak penting lainnya, adanya option atau warrant untuk saham dan lain-lain. Keterangan tambahan yang dibuat sebagai lampiran laporan keuangan biasanya digunakan untuk menunjukkan perhitungan-perhitungan detail yang mendukung suatu jumlah tertentu, atau menunjukkan informasi-informasi keuangan berdasarkan indeks harga (price level adjustment).
Berdasarkan dari penjelasan tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa prinsip akuntansi dapat dijadikan pedoman bagi pengusaha dalam pembuatan laporan keuangan. Hal ini untuk menjadikan laporan keuangan yang dihasilkan atas dasar prosedur akuntansi dan disesuaikan dengan peraturan dari prinsip akuntansi yang ada.

7 fungsi dari akuntansi beserta penjelasan

7 fungsi dari akuntansi beserta penjelasan singkatnya.
Fungsi dari Akuntasi

1. Recording Report
Fungsi utama dari akuntansi adalah untuk merekam catatan transaksi secara sistematis dan kronologis dari begitu banyaknya transaksi keuangan yang selanjutnya dikirim ke berbagai Account Ledger dan akhirnya mempersiapkan akun akhir untuk mengetahui laba atau rugi dari bisnis pada akhir periode akuntansi.

2. Melindungi Properties
Fungsi lain akuntansi adalah untuk menghitung jumlah real dari Penyusutan Aset dengan memilih Metode yang tepat dan berlaku untuk aset tertentu. Setiap disipasi tidak sah dari setiap aset akan membawa bisnis untuk ambang kebangkrutan.
Karena itu akuntansi merancang sistem yang diinginkan untuk melindungi properti dan aset bisnis dari penggunaan yang tidak sah dan tidak beralasan.

3. Komunikasikan Hasil
Akuntansi selalu mengkomunikasikan hasil dan transaksi yang dicatat ke berbagai pihak yang tertarik dalam bisnis tertentu seperti misalnya investor, kreditor, karyawan, kantor pemerintahan, peneliti dll

4. Meeting Legal
Akuntansi juga berfungsi untuk merancang dan mengembangkan sistem seperti menjaga catatan dan pelaporan hasil yang akan selalu memenuhi dan persyaratan hukum untuk mengaktifkan kepemilikan atau wewenang untuk mengajukan berbagai pernyataan seperti Pengembalian Pendapatan Pajak, Pengembalian Penjualan-Pajak dll

5. Klasifikasi
Fungsi akuntansi sebagai klasifikasi berkaitan dengan analisis sistematis dari data yang tercatat, dengan maksud untuk transaksi kelompok atau entri dari satu alam di satu tempat. Pekerjaan klasifikasi dilakukan dalam buku yang disebut sebagai “Ledger”.

6. Summarize
Ini melibatkan menyajikan data rahasia dengan cara yang dapat dimengerti dan berguna untuk internal maupun eksternal pengguna akhir dari laporan akuntansi. Proses ini mengarah pada penyusunan laporan berikut:
(1) Neraca Saldo
(2) laporan laba rugi
(3) Neraca.

7. Menganalisis dan Menafsirkan
Ini adalah fungsi terakhir akuntansi. Data keuangan yang direkam dianalisis dan diinterpretasikan dengan cara yang akhir-pengguna dapat membuat penilaian yang berarti tentang kondisi keuangan dan profitabilitas operasi bisnis. Data tersebut juga digunakan untuk mempersiapkan rencana masa depan dan framing dari kebijakan untuk melaksanakan rencana tersebut.
Setelah melihat beberapa fungsi akuntansi diatas, dapat dinyatakan bahwa fungsi Akuntansi lebih jelas dibagi menjadi dua bagian yang berbeda:
Fungsi Historical atau Fungsi Stewardship
Bagian ini berhubungan dengan transaksi masa lalu dari perusahaan bisnis, catatan akuntansi, mengklasifikasikan, laporan, menganalisis dan menafsirkan transaksi sudah berpengaruh.
Akuntansi juga menghitung laba atau rugi yang dilakukan selama tahun dan menyusun laporan keuangan dan laporan Aset dan Kewajiban atau Neraca dan laporan dan hasil kepada pemilik, manajer dan pihak lain yang berkepentingan.

Fungsi Manajerial
Fungsi akuntansi adalah untuk memberikan pelayanan kepada manajemen untuk membantu berbagai tingkat staf manajerial untuk melaksanakan operasi yang lebih efisien melalui laporan dan informasi yang disajikan.
Akuntansi adalah fungsi layanan konsultasi dan berkaitan dengan penyediaan informasi tersebut kepada manajemen seperti yang akan memfasilitasi perencanaan efisien, pengendalian operasional dan koordinasi kegiatan masa depan perusahaan.
Dengan demikian, akuntansi adalah untuk “membantu manajemen dalam membangun rencana untuk tujuan ekonomi yang wajar dan dalam membuat keputusan yang rasional” -Haynes dan Massic, Analisis Manajemen. (Dikutip dari accountingtheory.weebly.com)
Jadi kita melihat bahwa fungsi dari akuntansi adalah membantu dalam Pengendalian Anggaran, Pengendalian Biaya, Pengendalian Bahan dan Pengendalian Operasional dan juga dalam meminimalkan pemborosan, kerugian dan kesalahan dan penipuan. Nah semoga apa yang sedikit ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan anda. Sekian dan terima kasih.





sumber : http://rocketmanajemen.com/fungsi-akuntansi/

laporan keuangan

Arti laporan keuangan
Tujuan utama akuntansi adalah menyusun laporan tersebut menjadi informasi yang sangat penting bagi para pemakai informasi akuntansi sebagai bahan antuk mengambil keputusan. Apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan tersebut? Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Karena laporan keuangan disajikan untuk pihak eksternal maka laporan keuangan wajib disusun dan disajikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Di dunia internasional dikenal International Financial Reporting Standars (IFRS) yang menjadi acuan penyusunan Laporan keuangan di Negara-negara Eropa, Afrika, dan Asia Pasifik. Acuan tersebut disusun oleh The International Accounting Standars Committee (IASC) Di Indonesia acuan penyusunan laporan keuangan adalah  Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan yang harus disusun untuk memperlihatkan aktivitas perusahaan Meliputi :
  1. Laporan Laba Rugi
  2. Laporan Ekuitas
  3. Neraca
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan dan Laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. 

Fungsi Laporan Keuangan


Sebagai informasi akuntansi, laporan keuangan memiliki fungsi sebagai berikut :
  1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan (asset, liabilitas, dan ekuitas)
  2. Menyediakan informasi mengenai kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan.

Tujuan Laporan Keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 menyatakan bahwa tujuan penyusunan laporan keuangan adalah sebagai berikut.
  1. Memberikan informasi tentang isi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi
  2. Menujukan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang disajikan harus memenuhi karakteristik informasi tertentu sehingga informasi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik untuk mengambil keputusan Informasi akuntansi yang tidak Memiliki kualitas sebagai informasi dapat menyesatkan pihak-pihak yang akan mengambil keputusan berdasarkan laporan keuangan tersebut. Informasi akuntansi yang berkualitas antara lain harus memenuhi Karakteristik Kualitatif laporan keuangan Terdapat empat Karakteristik Kualitatif laporan keuangan, yaitu dapat dipahami, relevan, dapat diandalkan dan dapat dibandingkan.
  1. Dapat dipahami, berarti informasi di laporan keuangan harus mempunyai kemudahan untuk segera dapat dipahami oleh pengguna laporan keuangan. Laporan keuangan yang mudah dipahami harus memiliki ciri relevan dan materialitas.
  2. Relevan, yaitu informasi yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan pengguna laporan keuangan dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa depan yang digunakan untuk proses pengambilan keputusan ekonomi.
  3. Keandalan, bahwa informasi akuntansi harus andal (reliable), berarti memiliki kualitas yang bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan penggunaannya sebagai penyajian yang tulus atau Jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
  4. Dapat dibandingkan, berarti informasi akuntansi harus dapat diperbendingkan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Selain itu juga harus dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan antar perusahaan. Oleh karena itu. laporan keuangan harus disajikan secara konsisten dan umumnya disajikan minimum untuk dua periode.

PENGANTAR AKUNTANSI I



PENGERTIAN AKUNTANSI
1. Menurut fungsi dan kegunaan : Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
2. Menurut kegiatannya : akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang signifikan (berdaya guna) dan dalam bentuk satuan uang dan penginterpretasian hasil proses tersebut.




PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Neraca merupakan suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), Utang dan Modal pemilik pada saat tertentu. Dalam Neraca ini selalu menunjukkan adanya keseimbangan antara sisi Debit dengan sisi Kredit. Keseimbangan ini selanjutnya disebut dengan persamaan dasar akuntansi (accounting equation).
AKTIVA = PASIVA
HARTA = HUTANG atau MODAL
HARTA = HUTANG + MODAL

Aktiva/harta ialah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam kelancaran aktivitas produksi, konsumsi dan pertukaran. Dengan demikian, aktiva merupakan kapasitas yang dimiliki perusahaan yang memberikan manfaat ekonomis di masa yang akan datang dan menghasilkan bagi perusahaan yang bersangkutan, sedangkan pasiva ialah sumber pendanaan (asal dana untuk membelanjai) kekayaan perusahaan yang terdiri atas hutang atau modal, ataupun hutang dan modal.
Hutang merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak luar (Kreditur), sedangkan modal merupakan hak pemilik terhadap harta perusahaan.
MEKANISME SALDO NORMAL

Jenis Akun
Saldo Normal
Penambahan
Pengurangan
Aktiva
Debet
Debet
Kredit
Kewajiban
Kredit
Kredit
Debet
Modal
Kredit
Kredit
Debet
Prive
Debet
Debet
Kredit
Pendapatan
Kredit
Kredit
Debet
Beban
Debet
Debet
Kredit



AKUN / REKENING
Akun adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban perusahaan. Tujuan penggunaan akun adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi perusahaan dari waktu ke waktu.
 
Secara garis besar, akun dibagi atas 2 (dua) golongan yaitu:
1.      Akun neraca atau disebut juga akun riil, yakni akun yang pada akhir periode akan dilaporkan di dalam neraca. Yang termasuk dalam akun neraca ini adalah akun-akun Aset, akun-akun kewajiban, dan akun modal.
2.      Akun laba rugi, disebut juga akun nominal, yakni akun yang pada  akhir  periode  akan  dilaporkan  dalam  laporan  laba  rugi. Akun-akun ini meliputi akun pendapatan dan akun-akun beban.
Klasifikasi Akun
  1. AKTIVA (ASSETS)
Aktiva adalah harta yang dimiliki oleh suatu entitas yang merupakan sumber ekonomi untuk melakukan usaha. Aktiva terdiri dari :
a.      Aktiva lancar (Current Assets)
Ialah aktiva yang diperkirakan dapat direalisasikan atau yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau digunakan hingga habis per unitnya dalam jangka waktu 12 bulan (1 tahun). Antara lain :
-          Kas
-          Surat berharga (yang segera dapat dijual)
-          Deposito jangka pendek
-          Piutang wesel
-          Persediaan Barang Dagang
-          Beban dibayar dimuka
-          Piutang Pendapatan
-          Perlengkapan (Kantor/Toko)
b.      Investasi Jangka Panjang
Ialah penyertaan atau penanaman modal pada perusahaan lain dalam jangka panjang yang bertujuan untuk memperoleh tambahan  pendapatan, selain itu juga untuk mengontrol ataupun mengendalikan perusahaan tersebut. Akun yang termasuk dalam investasi jangka panjang ialah :
-          Investasi dalam saham atau obligasi
-          Aktiva lain, seperti pembelian tanah dengan rencana penggunaan yang akan datang.
c.       Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Ialah aktiva berwujud yang digunakan untuk operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat satu tahun atau lebih. Contohnya:
-          Tanah atau hak atas tanah
-          Bangunan
-          Mesin
-          Kendaraan
-          Peralatan dan sumber alam
d.      Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)
Aktiva tidak berwujud merupakan hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Contoh aktiva tidak berwujud :
-          Hak Paten
-          Hak Cipta
-          Hak Merk
-          Waralaba (Franchise)
-          Goodwill
e.      Aktiva Lain-lain (Other Assets)
Aktiva lain-lain merupakan aktiva yang tidak dapat digolongkan ke aktiva lancar, investasi, aktiva tetap, dan aktiva tidak berwujud. Contoh aktiva lain-lain :
-          Aktiva tetap yang tidak digunakan
-          Aktiva lancar yang tidak disertakan dalam kegiatan
-          Beban-beban yang ditangguhkan
-          Piutang kepada pemegang saham
  1. KEWAJIBAN / HUTANG (LIABILITIES)
Ialah pengorbanan ekoonomis yang wajib dilakukan perusahaan di masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva/pemberian jasa. Kewajiban timbul dari tindakan atau transaksi pada masa sebelumnya. Kewajiban diklasifikasikan dan disusun berdasarkan jangka waktu/jangka tempo pembayaran. Kewajiban terdiri atas :
a.      Kewajiban lancar / Jangka Pendek (Current Liabilities)
Ialah hutang yang akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun. Kewajiban lancar mencakupi :
-          Hutang usaha
-          Uang muka pembayaran (Pendapatan diterima dimuka)
-          Beban-beban yang masih harus dibayar
-          Hutang wesel
-          Hutang pembelian aktiva tetap atau pinjaman bank yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun.
b.      Kewajiban Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Ialah hutang yang tidak jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau hutang yang umumnya tidak bisa menggunakan aktiva lancar dalam pelunasannya. Kewajiban jangka panjang meliputi :
-          Obligasi
-          Hipotik
-          Pinjaman Gadai
c.       Kewajiban Lain-Lain (Other Liabilities)
Ialah hutang yang tidak bisa digolongkan ke dalam kewajiban lancar atau jangka panjang. Kewajiban lain-lain mencakup :
-          Pendapatan yang ditangguhkan (lebih satu tahun)
-          Hutang jaminan jangka panjang
-          Hutang kepada direksi atau perusahaan afiliasi
  1. MODAL (EQUITY)
Ialah hak pemilik dalam perusahaan. Secara teknis, modal direpresentasikan oleh selisih antara aktiva dan kewajiban. Modal ini berasal dari investasi pemilik (Pemegang Saham) dan akumulasi hasil usaha (laba/rugi) perusahaan.
  1. PENDAPATAN (INCOME)
Ialah aliran penerimaan kas atau aktiva lain yang ditterima dari konsumen sebagai hasil penjualan barang atau pemberian jasa (usaha pokok) atau dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan dalam satu periode. Pendapatan dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :
a.      Pendapatan Usaha (Operating Income)
Pendapatan yang disebabkan oleh usaha pokok perusahaan.
b.      Pendapatan di Luar Usaha (Non Operating Income)
Pendapatan yang timbul dari selain kegiatan usaha pokok perusahaan.
  1. BEBAN (EXPENSE)
Perlu dibedakan antara harga pokok (cost) dengan beban (expense). Harga pokok ialah pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk memperoleh barang atau jasa. Beban (expense) ialah biaya yang telah dimanfaatkan dalam usaha menghasilkan pendapatan dalam satu periode. Beban dapat dikelompokan menjadi tiga :
a.      Beban usaha (Operating Expense)
Biaya yang dikeluarkan untuk usaha utama.
b.      Beban di Luar Usaha (Non Operating Expense)
Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan bukan usaha utama.
c.       Beban Lain-Lain (Other Expense)
Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan diluar usaha perusahaan.
Penomoran Akun/Rekening
Setiap rekening diberikan nomor kode untuk mempermudah pencarian rekening yang akan digunakan. Ada beberapa cara untuk memberikan nomor/kode rekening ini, namun sebagian besar perusahaan menggunakan sistem numeric untuk penomoran akun. Kode rekening biasanya menunjukkan pula klasifikasi atau penggolongan rekening tersebut.
Sistem Numerik, yaitu cara pemberian kode rekening yang dilakukan dengan menggunakan angka. Biasanya angka yang digunakan antara angka 1 sampai dengan angka 9. Dalam sistem numerik ini ada dua cara yaitu sebagai berikut :
   Kode angka berurutan (sequence number code), pada kode ini dapat dilihat pada angka terdepan (digit pertama) yang menunjukkan kelompok dari rekening, kode 1 menunjukkan harta, kepala 2 menunjukkan utang, kepala 3 menunjukkan modal, kepala 4 menunjukkan pendapatan, dan kepala 5 menunjukkan beban, perhatikan contoh berikut :

Nomor Kode
Nama Akun
101 sampai dengan 120
Aktiva lancar
101
102
103
dst
Kas
Piutang usaha
Persekot sewa
dst.
121 sampai dengan 140
Aktiva tetap
121
122
123
124
125
dst
Tanah
Bangunan/Gedung
Akumulasi depresiasi bangunan
Peralatan
Akumulasi depresiasi Peralatan
dst.
201 sampai dengan 240
Kewajiban
201
202
dst.
Utang usaha
Beban yang masih harus dibayar
dst.
300 sampai dengan 310
Modal
300
301
dst.
Modal pemilik
Prive
dst.
400 sampai dengan 420
Pendapatan Usaha
400
Pendapatan jasa
Dst
Dst
500 sampai dengan 510
Beban
500
Beban gaji
501
Beban sewa
 

1)      Kode kelompok (group code) adalah pemberian kode yang dilakukan dengan mengelompokkan tiap-tiap rekening menurut jenisnya. Contoh:
Kode 111 artinya:
angka 1 pada urutan pertama menunjukkan kelompok aktiva.
angka 1 pada urutan kedua menunjukkan kelompok aktiva lancar.
angka 1 pada urutan ketiga menunjukkan kelompok aktiva lancar akun Kas.
Kode 222  artinya:
angka 2 pada urutan pertama menunjukkan kelompok Utang.
angka 2 pada urutan kedua menunjukkan kelompok Utang jangka pendek.
angka 2 pada urutan ketiga menunjukkan kelompok Utang jangka pendek dengan akun
Utang Usaha.
dst